Monitoring Praja di IPDN Kampus Sumatera Barat

Monitoring Praja yang dilakukan oleh Pusat Bimbingan  & Konseling Praja yang keenam   adalah Kampus Regional Baso Propinsi Sumatera Barat. Berdasarkan Surat Perintah Rektor IPDN Nomor : 423/074/KBM/2012 tanggal 10 September 2012, ditugaskan Para Konselor yang terdiri dari Amelia Keumala S, S.Psi dan Ati Yuliati S.Pd. Bertugas selama 3 (tiga) hari dari tanggal 18 s/d 20 September 2012.

Perjalanan yang ditempuh Tim Pusat Bimbingan & Konseling Praja dari Jatinangor hingga sampai ke Kampus Regional Baso adalah kurang lebih 12 jam, sehingga Tim sampai di Kampus Baso sekitar pukul 13.00 WIB dan seluruh Praja masih melaksanakan perkuliahn dan pada saat sore hari mereka seluruhnya diwajibkan mengikuti kegiatan bela diri bersama-sama, sehingga hal yang pertama sekali yang dapat dilakukan oleh Tim Pusat Bimbingan dan Konseling Praja IPDN adalah mengamati/mengobservasi Kampus dan kegiatan Praja di sore hari.

Pada tanggal 19 September 2012  Tim Pusat Bimbingan dan Konseling mengamati langsung kegiatan aerobic pada pukul 05.30 WIB yang diikuti oleh seluruh Praja dengan tertib. Setelah kegiatan Mandiri, makan di Menza dan Apel kecamatan, seluruh Muda Praja berkumpul dikelas besar untuk mengikutii Konseling kelompok dan pengisian Biodata dan Penggalian masalah yang dialami Praja.

Pada saat Konseling kelompok ada beberapa pertanyaan yang diajukan beberapa Praja tetapi beberapa pertanyaan penting tersebut bukan merupakan Kapasitas Pusat Bimbingan & Konseling Praja untuk menjawabnya seperti permasalah Kepegawaian, Uang Saku, Nilai JARLATSUH, serta Fasilitas Kampus, tetapi hal ini tetap diteruskan oleh Tim PB&KP  dalam laporan kepada Pimpinan Lembaga.
Hal lainyang dikemukakan oleh beberapa Praja dalam Konseling kelompok tersebut adalah :
a.    Bahwa Praja merasa segala kondisi yang dialami Praja dari mulai masuk sampai saat ini dirasakan Praja sangat membuat Praja tidak memiliki motivasi untuk mengembangkan diri, sehingga ada anggapan bahwa ‘Praja bukan makin pintar, tetapi semakin bodoh”, bagaimana meningkatkan motivasi untuk berprestasi.
b.    Apakah ada pengaruhnya perkembangan emosional Praja dilingkungan Praja yang terdiri dari berbagai Suku Bangsa dari Sabang sampai Merauke

Selain konseling kelompok yang diikuti oleh 175 orang Muda Praja, Tim juga menerima kelompok susulan sebanayk 7 orang yang datang terlambat dikarenakan berbagai alas an, dan dalam konseling tersebut diungkapkan oleh praja hal-hal seperti yang teman-teman mereka ungkapkan sebelumnya ditambah lagi mereka menyampaikan kejenuhan akan kampus regional mereka. Kemudian mereka menyarankan agar Praja sebaiknya setelah Pengukuhan langsung ditempatkan di Kampus Regional agar Praja tidak membandingkan kondisi Kampus Jatinangor dengan Kampus Daerah dimana mereka merasa lebih nyaman dan enak berada di Kampus Jatinangor. Terhadap seluruh pertanyaan-pertanyaan Praja tersebut Tim menjawab dengan memberikan pemahaman-pemahaman yang dapat Praja terima.
Kesimpulan yang dapat ditarik dari pengamatan dan pelaksanaan Konseling di Kampus Baso Sumatera Barat adalah :
1.    Secara keseluruhan Muda Praja telah mampu beradaptasi didaerah baru hanya sebagian kecil yang masih dalam proses beradaptasi dikarenakan baru saja dipindahkan dari Kampus Jatinangor;
2.    Sebagian kecil mengalami kejenuhan tetapi dalam hal ini Pengasuh sudah bijaksana dengan memtersalurkanberikan kegiatan dengan padat sehingga energy mereka dapat tersalurkan secara positif dan mendukung perkembangan mereka sebagai Praja
3.    Dikarenakan kampus mereka masih sangat baru maka beberapa sarana masih diperlukan tetapi hal ini telah Tim sampaikan kepada pihak Lembaga dan mendapat informasi bahwa sarana dan prasarana yang diminta oleh Praja sedang dalam proses pengadaan.

This entry was posted in Feedback Monitoring. Bookmark the permalink.