Monitoring Praja IPDN Kampus RIAU

Monitoring Praja yang dilakukan oleh Pusat Bimbingan  & Konseling Praja yang kelima   adalah Kampus Regional Rokan Hilir Propinsi Riau. Berdasarkan Surat Perintah Rektor IPDN Nomor : 427/77/KBM/2012 tanggal 18 Mei 2012, ditugaskan Para Konselor yang terdiri dari Meylinda Fitria Chairani, S.Psi dan Ridha Pujiati, S.Psi. Bertugas selama 3 (tiga) hari dari tanggal 23 s/d 25 Mei 2012.

Hal yang pertama sekali dilakukan oleh Tim Pusat Bimbingan dan Konseling Praja IPDN adalah mengamati/mengobservasi Kampus dan kegiatan Praja di sore hari.

Pada tanggal 24 Mei 2012 dilaksanakan Konseling kelompok bagi seluruh Muda Praja dan Konseling Individu. Pada saat Konseling kelompok ada beberapa pertanyaan yang diajukan beberapa Praja antara lain :

  1. Bagaiman cara mengatasi kerinduan akan situasi dalam keluarga (Home sick) yang tengah dialami;
  2. Bagaimana mengatasi rasa jenuh;
  3. Bagaimana cara meminta maaf kepada senior jika melakukan kesalahan yang tidak disengaja;;
  4. Bagaimana menghadapi  tekanan dari senior sehingga menimbulkan keinginan untuk mengajukan pindah regional;
  5. Bagaimana mengatasi problematika pacaran jarak jauh yang kerap dialami oleh sebagian besar Wanita Praja.

Setelah pelaksanaan konseling kelompok ada 4 (empat) orang Muda Wanita Praja yang melaksanakan konseling indivudu.

Setelah itu seluruh Muda Praja diminta untuk mengisi biodata dan penggalian masalah yang dialami saat ini.

Dari hasil pengamatan dan  konseling tersebut Tim Pusat Bimbingan dan Konseling Praja mengambil kesimpulan sebagai berikut : :

  1. Bahwa Praja yang menempuh pendidikan di Kampus Regional Rokan Hilir secara keseluruhan sebagian besar telah mampu beradaptasi didaerah yang baru tetapi fasilitas masih dirasa kurang dari segi pemenuhan kebutuhan air bersih dan sarana olah raga;
  2. Sebagian kecil Muda Praja mengalami kejenuhan tetapi tidak sampai mengganggu JARLATSUH;
  3. Pada kondisi saat ini, berbagai permasalahan tidak saja dialami oleh sebagian Praja pada Regional Kampus Rokan Hilir namun juga dialami oleh beberapa Personil karyawan yang berada pada jajaran Pengasuhan/Keprajaan. Dimana masing-masing mengeluhkan kondisi yang tidak sesuai. Hal ini dapat menimbulkan gejala yang tidak sehat baik bagi individu yang bersangkutan maupun bagi Praja secara langsung. Dikarenakan kondisi psikologis dari Pengasuh yang masih berada dalam kondisi tidak ‘freedom”, yakni kondisi dimana subjek masih terbebani dengan masalah Pribadi yang dialami.
This entry was posted in Feedback Monitoring. Bookmark the permalink.

6,876 Responses to Monitoring Praja IPDN Kampus RIAU