Studi Banding Ke Kampus AKIP dan AIM (Akademi Ilmu Pemasyarakatan) dan (Akademi Imigrasi )

Sesuai dengan Program Kerja di POK Pusat Bimbingan dan Konseling Praja, tahun 2012 ini Study Banding dilaksanakan ke Kampus AKIP dan AIM pada tanggal 4 s/d 5 Oktober 2012. Tim Pusat Bimbingan dan Konseling Praja diterima dengan baik dan mendapatkan banyak informasi mengenai Kampus mereka tersebut yaitu :

Dari Hasil sharing yang didapatkan ternyata prinsip kehidupan asrama yang mereka gunakan adalah persis sama pada saat IPDN masih bernama STPDN yaitu :

  • Pengasuh masing-masing Barak tinggal didalam barak.  Sehingga apapun yang terjadi pada Taruna dapat langsung segera diketahui oleh para Pengasuh/Pembinanya selama 24 Jam.
  • Sistem Kakak Asuh yang dimulai dari Angkatan pertama hingga angkatan terakhir memudahkan dalam hal pemantauan perkembangan para Taruna baik dari segi Pendidikan maupun psikologis mereka. Setiap Taruna memiliki kakak asuh dan membentuk keluarga-keluarga kecil yang menjadi tempat curhat bagi para Taruna

Hal positif lainnya yang kami tangkap adalah Para Pengasuh yang mereka sebut Pembina adalah Para Alumni mereka  yang sudah berpengalaman minimal 2 tahun di dunia kerja kemudian di rekruit kembali menjadi Pembina. Tentu saja Taruna/ni terbaiklah yang direkruit kembali untuk menjadi Pembina dan tinggal bersama-sama dengan para Taruna/ni. Jadi Pembina tersebut benar-benar memberikan contoh teladan bagaimana bersikap, bertindak didalam keseharian sehari-hari sebagai Taruna/ni. Selain itu para Dosenpun ikut terlibat dalam pembinaan mental para Taruna, karena mereka tidak sekedar hanya mendidik tetapi juga membina para Taruna, sehingga apabila ada Taruna yang bermasalah maka yang ikut membantu mengatasi masalah bukan hanya Pembina, tetapi juga keluarga asuh dan Mentor mereka/Dosen.

Jika dibandingkan dengan IPDN sekarang maka Kampus mereka lebih baik dalam hal kebersihan dan ketertiban dikarenakan mereka memiliki Jumlah hanya  sedikit sekali dibandingkan IPDN. Jumlah keseluruhan AKIP dan AIM yang ada di Kampus adalah sebanyak 300an. Setiap penerimaan Taruna baru mereka hanya menerima 100 orang untuk Kampus AKIP dan AIM. Sehingga barak mereka bisa lebih rapih dimana satu kamar terdiri dari 2 orang sampai 3 orang. Dikarenakan setiap tahun mereka menerima dalam jumlah terbatas maka Taruna yang terpilih pun memiliki Postur tubuh yang sangat ideal, dimana persyaratan masuk bagi Putra memiliki tinggi min.165 cm dan Putri 160 cm.

Walaupun memiliki ego tersendiri antara Taruna AKIP dan Taruna AIM, mereka dapat hidup berdampingan dan mengunakan fasilitas kampus secara bersama-sama. Selain itu didalam komplek kampus terdapat Lapas terbuka sehingga mereka dapat berinteraksi dengan para Tahanan Lapas.

Unit Konseling mereka langsung berada dibawah BPSDM (Badan Pengembangan Sumber daya Manusia) sehingga pekerjaan para Konselor tidak hanya mengenai Taruna/i tetapi lebih kepada Assassment Center bagi  kepentingan Kementerian Hukum dan HAM. Apabila ada Taruna yang mengalami gangguan Psikologi berat baru dirujuk ke Konseling mereka.

Setelah sharing informasi Tim PKBP IPDN berkeliling melihat situasi dan kondisi Kampus AKIP dan AIM yang berada di Jl. Cinere Jakarta Selatan

Pusat Bimbingan & Konseling Praja IPDN dan Tim Konseling BPSDM Hukum dan HAM sangat mengharapkan kerjasama dikemudian hari dalam hal pemgembangan para Taruna ataupun Praja.

This entry was posted in Benchmarking. Bookmark the permalink.

4,596 Responses to Studi Banding Ke Kampus AKIP dan AIM (Akademi Ilmu Pemasyarakatan) dan (Akademi Imigrasi )